Connect with us

Pemerintahan

Dampak Pengangkatan 192 ASN dan Pernyataan Kontroversi, Komisi 1 Panggil Sekda dan Plt Kepala BKD Bondowoso, Namun Tak Hadir

Diterbitkan

||

Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar anggota tegaskan Komisi 1 DPRD.Bondowoso panggil Sekda dan Plt.Kepala BKD
Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar anggota tegaskan Komisi 1 DPRD.Bondowoso panggil Sekda dan Plt.Kepala BKD

Memontum.com Bondowoso – Pengangkatan 192 Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan Pernyataan Plt.Kepala BKD Bondowoso yang kontroversi waktu lalu berbuntut pada pemanggilan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Plt.Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso oleh Komisi 1 DPRD Bondowoso.

Namun menurut Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bondowoso ,Panggilan komisi 1 tersebut tidak dihadiri oleh keduanya.

“Ternyata panggilan kemarin ditunda, Rabu (16/10/2019) karena Plt. Kepala BKD mengaku ada undangan mendadak,” kata Irsan, Kamis (17/10/2019)

Irsan politisi muda PDI Perjuangan yang juga putra Wakil Bupati Irwan Bactiar Rahmat ini menyampaikan, komisi 1ini sebagai mitra eksekutif dan akan memfasilitasi agar kegaduhan mutasi ASN yang lalu bisa menemukan titik terang.

“Sebelumnya, Kepala Inspektorat dan Asisten 1 Bondowoso, telah diklarifikasi guna dimintai keterangan mutasi 192 Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bersangkutan malah mengaku tidak dilibatkan karena posisi mereka ada diluar kota,” jelas Irsan

Proses mutasi dinilai tidak seluruhnya melibatkan anggota TPK. Inspektorat dan Asisten 1, sama sekali tidak dilibatkan dan ini menjadi pertanyaan besar.

Menurut Irsan ,Sejatinya semua catatan hukum dan tindakan disipliner yang ada di Inspektorat sangat dibutuhkan untuk bahan pertimbangan.

Kepala Inspektorat dan Asisten 1 setelah dipanggil mengaku ada dua jabatan yang tumpang tindih. Selain itu, ada jabatan yang lompat eselon

Dalam mutasi itu ada Tim Penilaian Kinerja (TPK) yakni Sekda, BKD, Bakesbangpol, Inspektorat dan Asisten 1. Harusnya dalam proses mutasi itu semuanya terlibat.

Akibatnya, diduga tidak sedikit pejabat yang bermasalah justru dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Serta adanya tumpang tindih jabatan.

“Saya menyayangkan hasil mutasi lantaran banyak ditemukan ASN yang dipromosikan justru punya rapor tidak baik. Padahal masih banyak ASN lain yang lebih layak untuk dipromosikan,” pungkasnya. (Dul/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending