Connect with us

Hukum & Kriminal

Budak Koplo Resahkan Bondowoso

Diterbitkan

||

Tersangka Sunyoto
Tersangka Sunyoto

Memontum Bondowoso – Satreskoba Polres Bondowoso terus melakukan ‘pembersihan’ pada pelaku Narkoba. Hari rabu kemarin, Polisi mendapat informasi dari masayarakat, bahwa telah terjadi transaksi jual-beli Pil berlogo Y di daerah Kecamatan Maesan.

Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, keesokan harinya, Kamis sekitar jam 18.00 petugas melakukan penyelidikan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Ternyata informasi dari masyarakat tersebut betul adanya.

Pelaku Agus Hoirul Rofki

Pelaku Agus Hoirul Rofki

Kasat Narkoba, Iptu Hadi Sukisman SH menjelaskan, pada saat itu pula anggota Resmob Sat Reskoba langsung melakukan eksekusi. Hasilnya, pelaku Agus Hoirul Rofki (28) warga Desa Pujer Baru Kecamatan ditangkap dan diinapkan di sel tahanan Polres Bondowoso.

“Anggota saya langsung menangkap Agus Hoirul Rofki. Dia terbukti telah menjual Pil Logo Y tanpa mengantongi izim dari pihak yang berwenang. Setelah digeledah, Polisi mendapati 54 butir Pil Logo Y”, kata Hadi, panggilan akrabnya.

BB Pil Koplo (sam)

BB Pil Koplo (sam)

Disamping itu, tambah mantan Kapolsek Klabang ini, petuga juga mengamankan uang hasil penjualan pil haram senilai Rp 195.000,00, 1 unit HP Samsung yang dijadikan sebagai alat komunikasi dengan pembeli.

Dari keterangan Agus, lanjutnya, Pil logo Y tersebut dibeli dari Sunyoto (40) penduduk Dusun Tegal Batu I RT01/20 Desa Sukojember Kecamatan Jelbuk. Petugas langsung menuju target. Saat itu, Sunyoto sedang berada di warung miliknya di daerah Jelbuk–Jember. Dan ketika digeledah, diketemukan pil logo Y sebanyak 72 butir sisa yang belum sempat terjual.

BB Pil, uang, dan HP (sam)

BB Pil, uang, dan HP (sam)

“BB yang berhasil diamankan petugas, 54 butir pil logo Y, uang tunai hasil penjualan Rp 195.000, 1 unit HP Samsung J2. Sedang BB dari Sunyoto, 72 butir pil logo Y. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 197 Subs 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana”, kata Hadi. (sam/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Objek Wisata Pemandian Kharisma Bondowoso Makan Korban

Diterbitkan

||

Jenazah Korban (Kanila) saat dievakuasi petugas. (dul)
Jenazah Korban (Kanila) saat dievakuasi petugas. (dul)

Memontum Bondowoso – Objek wisata pemandian yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Bondowoso Minggu (15 /12/2019) siang mendadak gempa lantaran terjadi musibah hingga menelan korban jiwa seorang bocah.

Korban bernama Kanila (7) pengunjung asal Desa Bukor RT09/ RW6 Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Korban diduga kuat tenggelam di salah satu kolam pemandian.

Menurut keterangan Kepala Desa Bukor Mathari mendapatkan keterangan bahwa saat korban bersama ibunya mandi di salah satu kolam, sang ibu lelah pergi beristirahat dan meninggalkan korban sendirian.

Diduga korban saat itu lepas dari pengawasan, karena saat ibunya istirahat ia baru mendengar adanya teriakan minta tolong- tolong saat korban tenggelam.

“Sewaktu ibu korban istirahat makan lalu ada teriakan tolong -tolong ada korban tenggelam, lalu ibu korban mendatangi tempat teriakan berasal yang kemudian diketahui putrinya yang tenggelam,” ujar Mathari kepada Memontum.com.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal melalui Kanit Reskrim Polsek Wonosari belum bisa memberikan keterangan resmi atas kronologis kejadian. Hingga usai kejadian, petugas masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan penyelidikan lebih lanjut. (dul/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polres Bondowoso Operasi BBM Bersubsidi

Diterbitkan

||

Jurigen yang digunakan untuk isi BBM bersubsidi diamankan Polsek Tapen (sam)
Jurigen yang digunakan untuk isi BBM bersubsidi diamankan Polsek Tapen (sam)

Memontum Bondowoso – Polres Bondowoso hingga Polsek-polsek terus memerangi para tengkulak BBM Premium. Kali ini yang melakukan penertiban adalah Mapolsek Tapen. Ketegasan yang dilakukan Polsek, untuk memberikan efek jera.

Tengkulak BBM bersubsidi yang meresahkan masyarakat, biasanya beroperasi pada malam hari, dengan modus memindahkan BBM dari kendaraan modifikasi ke jerigen plastik yang dilarang oleh pemerintah, karena membahayakan.

Operasi tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tapen, AKP Karsiyanto, SH. Karsiyanto langsung melakukan penangkapan dan penyitaan puluhan drum yang digunakan untuk mengisi BBM Di SPBU Tapen Bondowoso.

Karsiyanto dikonfirmasi melalui anggota Bhabinkantibmas Desa Jurang Sapi, Bripka Hefry Ardiyansyah dan Bripka Andi Wiyanto menjelaskan, Polisi mendapat keluhan dari masyarakat akibat BBM bersubsidi diborong oleh para tengkulak.

“Berdasarkan keluhan masyarakat tersebut, kami turun ke TKP. Ternyata informasi benar. Agar operasi tidak bocor dan sukses, kami bersama Tim menyusun strategi sebelum melakukan eksekusi”, kata Hefry.

Dalam operasi tersebut, lanjutnya, kami mengamankan sejumlah drigen yang dibuat untuk mengisi BBM bersubsidi. Kalau dibiarkan cara seperti itu membahayakan masyarakat sekitar. Mereka diperintahkan membuat pernyataan bersama, tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Karsiyanto berharap, dengan dilakukan operasi ini, para tengkulak BBM bersubsidi melakukan perbuatannya lagi. Kalau masih bandel, maka kami akan melakukan tindakan sesuai peraturan. (sam/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buka Lahan Ilegal, Dua Penjarah Nekat Bakar Hutan Gunung Ijen

Diterbitkan

||

AKP.Jamal ,SH.Kasat Reskrim Polres Bondowoso (ft.dul.Memontum Bondowoso)
AKP.Jamal ,SH.Kasat Reskrim Polres Bondowoso (ft.dul.Memontum Bondowoso)

Memontum Bondowoso – Satuan Reserse Kriminal Polres Bondowoso Kamis 7 November 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, menangkap dua pelaku pembakakaran hutan di kawasan Ijen waktu lalu.

Dua pelaku masing-masing H Tutik alias Muhammad Zaman (59) warga Kalisat Kecamatan Ijen sebagai otak dari pembakaran hutan dan Pak Mur alias Mudenan (74) warga Kalianyar yang bertindak sebagai eksekutor. Masing -masing ditangkap di rumahnya.

Diketahui 970 hektar lahan milik BKSDA Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang terdiri dari Taman Wisata Alam (TWA) Ijen dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup yang terbakar. Jumlah itu tidak termasuk lahan Perhutani, yang juga ikut terbakar.

Menurut AKP Jamal SH, Kasat Reskrim Polres Bondowoso saat dihubungi Memontum Bondowoso via What’s App motif pelaku pembakaran hutan itu terungkap.

“Motif tersangka melakukan tindak pidana pembakaran hutan karena tersangka mau melakukan pembukaan lahan secara ilegal untuk ditanami. Untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan lahan tersangka melakukan pembakaran,” kata AKP Jamal, Rabu 13/11/2019.

Tersangka sengaja membakar hutan lindung, untuk membuka lahan. Dimana lahan itu nanti untuk ditanami kopi. AKP.Jamal juga menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus pembakaran hutan ini.

“Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,” paparnya

Menurut pengakuan tersangka kepada penyidik bahwa pada 7 Oktober sekitar pukul 09.00 WIB dan 21 Oktober pukul 10.00 WIB lalu, tersangka Pak Mur sengaja melakukan pembakaran hutan lindung, di Petak 87 RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso. Hingga kebakaran merambat ke Petak 86-1, 86-2, 87-1, 101.1 dan 101.3, RPH Blawan BKPH Sukosari KPH Bondowoso.

Sementara menurut otak pelaku kebakaran hutan H Tutik, sudah melakukan pembukaan hutan dengan cara ilegal atau dibakar, seluas 64 hektar. Dimana lahan tersebut juga digunakan untuk lahan penanaman kopi.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Bondowoso dari kebakaran hutan di kawasan Ijen berupa korek api, pencakar besi, batang bambu dan serpihan kayu yang terbakar.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dikenakan Pasal 50 ayat (3) huruf d, JO pasal 78 ayat (4) UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, JO Pasal 69 ayat (1) huruf H Pasal 98 ayat (1) UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 5 miliar.(Dul/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Trending